Sebelum Kita
Bagaimana jika manusia bukanlah hasil evolusi semata?
Pada tahun 2087, sebuah ekspedisi arkeologi menemukan kerangka manusia yang usianya seharusnya jauh lebih tua dari keberadaan Homo sapiens. Penemuan itu segera ditutup oleh pihak berwenang, tetapi sampel DNA dari kerangka tersebut berhasil diamankan oleh dua ilmuwan, Maya dan Leon.
Ketika DNA itu dianalisis menggunakan AI, mereka menemukan sesuatu yang mustahil: 19% sekuens genetik manusia tidak berasal dari spesies mana pun yang dikenal di Bumi.
Lebih mengerikan lagi, sekuens tersebut ternyata memiliki pola yang menyerupai bahasa Sumeria kuno.
Apa yang awalnya dianggap sebagai bahasa ternyata merupakan sebuah kode biologis. Ketika kode tersebut berhasil diterjemahkan, AI menemukan pesan dari entitas yang mengaku sebagai pencipta manusia.
Pesannya hanya memiliki satu tujuan:
Mengingatkan manusia bahwa mereka bukan ciptaan pertama.
Maya dan Leon kemudian menemukan bukti tentang keberadaan beberapa generasi manusia sebelum Homo sapiens—eksperimen yang gagal, dihentikan, dan dihapus dari sejarah.
Hingga akhirnya, sebuah bahtera misterius muncul dari sisi gelap Bulan.
Dan di bawah reruntuhan peradaban kuno, mereka menemukan sebuah fasilitas berusia lebih dari tiga ratus ribu tahun, berisi ribuan kapsul biologis.
Satu di antaranya masih aktif.
Di dalamnya...
terdapat manusia pertama.
Namun ketika sosok itu terbangun, Maya dan Leon menyadari bahwa misteri terbesar bukanlah siapa yang menciptakan manusia.
Melainkan...
mengapa mereka menciptakan kita.
Dan yang lebih mengerikan—
apakah proyek penciptaan manusia sebenarnya belum selesai?
SEBELUM KITA ADA, MEREKA SUDAH ADA.
SEBELUM KITA MENCIPTAKAN SEJARAH, MEREKA SUDAH MENULISKANNYA.
DAN MUNGKIN... MEREKA MASIH MENGAWASI KITA.